Kandang Perawatan Anakan dan Kandang Karantina Cucakrawa

kandang penangkaran cucak rawa

Kandang Penangkaran Cucak Rawa – Untuk mengembangbiakkan Burung Cucakrawa secara komersial setidaknya dibutuhkan tiga macam kandang pemeliharaan, yaitu Kandang Penangkaran , Kandang Perawatan Anakan Cucakrawa dan Kandang Karantina yang mana antara ketiga kandang tersebut memiliki fungsi yang berbeda.

1. Kandang Perawatan Anakan Cucakrawa

Didalam kandang penangkaran, telur cucakrawa setelah dierami selama 14 hari oleh induknya, akan menetas kemudian diasuh dan diberi makan oleh indukan betina dan dibantu juga oleh indukan jantannya, setelah usia 6 hari anakan cucakrawa harus kita pindahkan kedalam kandang perawatan anak agar indukan betina bertelur lagi setelah 5 hari kemudian. Didalam kandang perawatan anakan kita rawat sampai berusia 45 hari , anakan akan bisa makan dan minum sendiri setelah berusia 45 hari dan sudah bisa kita jual kepada para pemesannya.

kandang perawatan anak cucakrawa

2. Kandang Karantina

Selain kandang penangkaran dan kandang perawatan anakan, peternak juga harus mempunyai kandang atau sangkar karantina. Kandang karantina ini khusus dibuat untuk tempat perawatan burung cucakrawa yang sedang sakit agar tidak menular kepada burung lainnya. Oleh karenanya kandang karantina tersebut harus ditempatkan jauh dari kandang penangkaran. Dalam kandang karantina harus dilengkapi lampu listrik sebagai penghangat ruangan dan kain penutup sangkar atau kandang. Bentuk dan ukuran kandang karantina cukup bervariasi, tergantung banyaknya burung yang sakit.

3. Kandang Penangkaran Cucak Rawa

Pengertian kandang perjodohan atau kandang penangkaran adalah kandang yang digunankan untuk mengembang biakan sepasang burung atau lebih. Lingkungan dadalam kandang penangkaran ini diciptakan seperti lingkungan di alam bebas.Maksudnya agar tercipta rasa nyaman, aman dan tenteram bagi penghuninya. Usaha penyesuaian ini antara lain dengan membuat kolam kecil dengan air yang jernih untuk mandi cucakrawa, ditanami pepohonan atau semak buatan, dan onggokan pasir yang digunakan untuk kipu atau mandi pasir. Selain itu kandang tersebut juga harus dapat melindungi cucakrawa dari pengaruh iklim, misalnya hujan, pans terik matahari, terpaan angin kencang, serta gangguan dari luar lainnya, seperti tikus, ular dan kucing

kandang penangkaran cucakrawa

kandang cucakrawa terbuka

kandang penangkaran cucakrawa

kandang cucakrawa semi terbuka

kandang penangkaran cucakrawa

kandang cucakrawa tertutup sekeliling

Mengingat kandang dan perlengkapannya merupakan salah satu sarana yang penting, maka perlu diketahui beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dan perlengkapannya

I. Persyaratan kandang penangkaran yang baik

Persyaratan yang harus ada dalam membangun kandang penangkaran yang baik adalah sebagai berikut.

A. Lokasi

Sebaiknya kandang penangkaran didirikan ditempat yang tinggi sehingga pada musim penghujan tidak kebanjiran. Lokasi kandang juga harus jauh dari keramaian dan kebisingan, baik yang ditimbulkan oleh manusia, kendaraan, atau binantang lainnya. Sebab burung cucakrawa mudah stres jika mendengar suara gaduh atau bunyi yang mengejutkan. Disamping itu, kandang juga harus bebas dari gangguan binatang , seperti kucing, tikus, ular dan anjing.

B. Ventilasi

Kandang penangkaran harus mempunyai ventilasi yang baik. Dengan tersedianya udara yang segar didalam kandang tercipta lingkungan yang selalu segar dan sehat. Burung cucakrawa yang cuckup mendapat udara segar kesehatannya akan lebih terjamin.

C. Sinar Matahari

Sinar matahari pagi berfungsi pembentukan vitamin D dan membunuh kuman penyakit. Oleh karenanya, usahakan kandang penangkaran menghadap ke timur agar mendapatkan sinar matahari pagi.

D. Pohon Pelindung

Agar suasana kandang menyerupai alam aslinya dan menambah kesejukan serta menahan terpaan angin, sebaiknya disekitar kandang ditanami pohon pelindung.

II. Perlengkapan Kandang

Didalam kandang diperlukan beberapa perlengkapan untuk mendukung kenyamanan. Adapun perlengkapan kandang yang harus dipenuhi oleh peternak adalah sebagai berikut.

A. Kolam Buatan

Karena dialam bebas burung cucakrawa gemar mandi di sungai, adanya kolam kecil didalam kandang sangat diperlukan. Air kolam sebaiknya yang bersih dan akan lebih baik airnya dialirkan seperti sungai. Dalam membuat kolam tidak ada standar tertentu, ukuran dan bentuknya terserah pada peternak. Ada peternak yang membuat air mengalir dari tebing buatan yang akhirnya bermuara di kolam. Untuk menambah keasrian dan semaraknya kandang serta menjaga kejernihan air, kedalam kolam dilepas beberapa ikan kecil seperti ikan kepala timah, serta ditanam tumbuhan air yang berguna bagi kehidupan ikan tersebut.

B. Rumput dan Semak

Disekitar kolam ditanami tanaman seperti rumput krokot merah, krokot hijau dan pohon cendrawasih yang diperlukan sebagai pakan hijau bagi burung cucakrawa. Untuk menambah keasrian kandang diperlukan semak belukar buatan. Semak belukar ini dapat ditata secara berkelompok kelompok atau segerombol saja terserah pada selera peternak. Sebaiknya dalam kandang terdapat satu pohon yang tampak paling dominan, baik besar maupun tingginya, yang akan digunakan untuk berteduh, membuat sarang dan bercengkerama. Contohnya, semak semak itu terdiri dari rumpun bambu kecil atau mambu Jepang, pohon pakis, alang alang, dan satu pohon beringin muda sebagai pohon dominannya

C. Hamparan Pasir dan Bebatuan

Tidak jauh dari tanaman semak harus disediakan hamparan pasir dan beberapa batu apung atau batu timbul. Kegunaan nya sebagai tempat mandi pasir burung cucakrawa dengan tujuan untuk mengendorkan otot otot tubuhnya yang terasa kaku. Sedang kegunaan batu apung untuk mengasah paruhnya agar tidak terlalu panjang. Biasanya dekat batu apung tersebut, pada dinding kandang, digantung totok cumi cumi sebagai tambahan mineral bagi cucakrawa tersebut.

D. Tempat Sarang

Sebagai tempat bertelur, mengeram dan mengasuh anaknya, diperlukan sebuah sarang. Tempat sarang ini dapat berupa kotak rotan atau bambu yang dianyam berbentuk mangkuk, atau sabut kelapa setengah lingkaran. Karena burung cucakrawa membuat sarangnya sendiri, maka peternak cukup membuat sangkar dasar dari merang yang disusun dengan bentuk lingkaran didasar kotak sarang tersebut. Disamping itu, bahan bahan sarang seperti merang / jerami, rumput kering, serabut kelapa, ijuk aren atau ranting ranting kecil juga disediakan didalam kandang.

E. Tenggeran

Karena burung cucakrawa suka terbang rendah dan hinggap didahan, didalam kandang juga harus disediakan beberapa buah tenggeran yang diletakkan sedemikian rupa sesuai keinginan burung tersebut. Selain untuk hinggap, tenggeran juga sebagai tempat tidur dan untuk membersihkan paruhnya sehabis makan. Diusahakan tenggeran tersebut terbuat dari kayu yang keras, tua dan kering, misalnya dari pohon asam dan jambu monyet.Ukuran tenggeran harus disesuaikan dengan cengkraman cucakrawa, diameternya sekitar 1,5 cm.

F. Tempat Pakan dan Minum

Kandang juga harus dilengkapi dengan tempat pakan dan minum. Tempat pakan dan minum tersebut dapat terbuat dari bambu, kayu, seng, plastik, aluminium atau bahan lainnya yang tidak mudah bocor dan berkarat. Tempat pakan dan minum harus mudah dibersihkan dan dipindahkan. Oleh karenanya, satu sisinya diberi gantungan agar dapat ditempelkan didinding kandang yang berkisi. Dan lebih baik didinding kandang tersebut terdapat pintu pintu kecil sebagai tempat keluar masuknya tempat pakan dan minum.

III. Kontruksi kandang penangkaran

Setelah mengetahui persyaratan dan perlengkapan kandang, sekarang tinggal membuat sketsa dan membangunnya. Bentuk, model dan ukuran kandang bermacam macam tergantung dari selera dan imajinasi peternaknya. Namun jika lahan yang tersedia cukup luas, kandang dapat dibangun agak lebih besar agar gerak burung lebih leluasa. Dan perlu diketahui bahwa sebagian besar atap dan dinding yang terbuat dari kawat ram agar sinar matahari dapat masuk kekandang. Atap dan dinding yang tertutup hanya diperlukan ditempat sarang untuk bertelur. Dibawah ini disajikan suatu contoh sketsa dan rencana bahan yang digunakan dalam membuat kandang penangkaran.

– Ukuran kandang: panjang 3,5 m, lebar 2 m dan tinggi 2,75 m
– Lantai kandang dapat berupa tanah, kerikil, tanah berumput, pasir dan sebagainya.

– Lantai pondasi sekeliling kandang terbuat dari beton atau semen.
– Bahan kerangka kandang bisa dari besi atau kayu karena ada bagian yang terkena hujan dan panas.

– Atap bisa terbuat dari asbes, genteng, ijuk, atau kayu sirap.
– Kolam buatan terbuat dari semen atau beton agar tidak bocor.
– Semak buatan terdiri dari beringin, bambu kecil, alang alang dan sebagainya.
– Pipa saluran air dapat dari pipa paralon, besi atau bambu.

– Dinding kandang terbuat dari bahan kayu dan kawat ram yang berlubang kecil agar tikus kecil ( tikus piti ) tidak dapat masuk.

– Pada dinding dibuat beberapa pintu kecil untuk keluar masuknya pakan dan minuman dan satu pintu kecil lainnya sebagai pintu pengontrol, apakah burung sudah bertelur atau belum.

– Pintu besar juga dibuat untuk keluar masuknya peternak dalam rangka membersihkan kandang.

Kandang seperti itu bukan merupakan kandang yang standar, tetapi hanya merupakan contoh sehingga masih dapat dikembangkan lagi bila diperlukan. Misalnya sekeliling dinding lantai dibuat parit kecil yang selalu berair agar semut dan binatang kecil lainnya tidak dapat masuk ke kandang. Bila tidak dibuatkan parit kecil, dapat juga diberi lapisan minyak oli diseliling kandang. Agar suasana kandang tampak redup dan tenang, maka kerangkanya dapat dicat dengan warna gelap, seperti hitam, hijau, atau cokelat. Jangan mengecat kandang dengan warna yang cerah dan menyilaukan karena burung cucakrawa kurang menyukainya.

IV. Pengawasan kandang dan peralatannya

Untuk menjaga kondisi kesehatan burung cucakrawa yang ditangkarkan, peternak harus sering mengontrol kandang dan peralatannya. Hal hal yang perlu diperhatikan dalam pengawasan tersebut antara lain sebagai berikut.

a) Dinding kandang di kontrol, bila ada yang rusak, misalnya berlubang, segera ditutup dengan kawat ram. Begitu juga dengan atap dan lantainya. Adanya lubang tersebut dapat menjadi pintu masuk tikus, ular, atau kucing yang dapat menggangu ketentraman burung. Atau lubang tersebut dapat digunakan untuk pintu keluarnya burung kealam bebas.

b) Air kolam juga harus sering dikontrol, dibersihkan dan diganti, terlebih lagi air kolam yang tidak mengalir, karena air kolam tersebut cepat menjadi kotor akibat kotoran burung yang jatuh kedalamnya.

c) Tempat pakan dan minum harus sering dicuci dan dibersihkan dari kotoran. Tempat pakan dan minum yang tidak pernah dibersihkan akan menjadi sarang penyakit.

b). Jika terdapat bayak semut didalam kandang, kandang harus segera dibersihkan. Semut semut tersebut dapat membahayakan kehidupan burung cucakrawa, terutama piyik burung, karena keroyokan semut dapat menyebabkan kematian. Untuk menanggulanginya, kandang perlu disemprot dengan desinfektan, misalnya rodalon atau asepso dua minggu sekali.

e) Setiap habis beranak sarang harus diganti dengan yang baru. Hal ini dimaksudkan agar kondisi burung tetap sehat. Sarang yang telah dipakai beranak biasanya banyak kutunya.

f) Jika memungkinkan, sekeliling kandang ditanami tanaman bunga. Tanaman tersebut pada musim berbunga banyak mengundang serangga yang dapat dimakan oleh burung cucakrawa.
kandang penangkaran cucak rawa,kandang penangkaran cucak rawa,kandang penangkaran cucak rawa,kandang penangkaran cucak rawa,kandang penangkaran cucak rawa,kandang penangkaran cucak rawa,kandang penangkaran cucak rawa,kandang penangkaran cucak rawa,kandang penangkaran cucak rawa,kandang penangkaran cucak rawa,kandang penangkaran cucak rawa,kandang penangkaran cucak rawa,kandang penangkaran cucak rawa

Leave a comment

Your email address will not be published.


*