Peluang Usaha Peternakan Kambing Boer

Peluang Usaha Peternakan Kambing Boer

Kambing Boer merupakan trah kambing pedaging terunggul di dunia berkat karakteristiknya yang prolifik (banyak menghasilkan anak, tiga kali beranak dalam dua tahun), berbadan tebal, panjang dan dalam serta mampu beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan, mulai dari lingkungan berhawa panas (seperti Afrika Selatan, yang merupakan daerah asal kambing Boer) sampai daerah yang bercuaca dingin (seperti Inggris).

Selain itu, kambing Boer juga sudah terbukti dapat berkembang biak dengan baik di berbagai daerah di Malaysia dan Indonesia (seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, dan Jawa Timur) yang beriklim tropis. Di Malaysia, sudah banyak importir negeri jiran ini yang melakukan impor kambing Boer skala besar dari Australia. Sayangnya, masih sedikit sekali perusahaan Indonesia yang telah mengimpor kambing Boer dari Australia.

Di Sumatera Utara, kambing Boer diternakkan oleh Loka Penelitian Kambing Potong di Sungai Putih, kecamatan Galang, Deli Serdang. Di Jawa Timur, Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya juga mengelola laboratorium peternakan kambing Boer. Sayang sekali, kambing Boer galur murni (registered fullblood) di kedua lembaga ini tidak dijual kepada masyarakat peternak.

Namun demikian, kabar yang cukup menggembirakan sudah terdengar dari Lampung. Pemerintah daerah Lampung sudah mengalokasikan dana khusus untuk pengadaan kambing Boer galur murni yang kemudian dikawin-silangkan dengan kambing Etawa. Hasil perkawinan silang ini dinamakan kambing Boerawa atau kambing Saburai.

Selain pemerintah daerah, sudah ada beberapa perusahaan swasta di Lampung yang mengimpor kambing Boer galur murni dari Australia dan kemudian mengembang-biakkannya di provinsi ini.

Karena itu, dapat disimpulkan bahwa peternakan kambing Boer masih sangat langka di Indonesia.

Kenyataan ini tentu sangat memprihatinkan tapi juga memberikan peluang besar yang sangat menguntungkan bagi siapa saja yang berminat untuk beternak kambing Boer.

Karena belum banyak orang yang beternak kambing Boer galur murni, nilai jual kambing ini jauh lebih tinggi daripada kambing trah lain. Sebagai perbandingan, nilai jual kambing Kacang berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per ekor. Harga kambing Senduro (Etawa putih, yang bisa dijadikan kambing perah dan juga kambing pedaging) berkisar Rp2 juta hingga Rp3,5 juta seekor.

Sementara itu, harga kambing peranakan Boer kelas terendah, yaitu kelas C atau F1 (50% darah Boer) saja minimal Rp1,8 juta satu ekor. Kambing peranakan Boer kelas B atau F2 (75% darah Boer) dan kelas A atau F3 (87,5% darah Boer) dibandrol dengan harga yang lebih mahal.

Tentu saja, kambing peranakan Boer yang masuk kategori setara murni atau F4/F5 (93,75%/96,88% darah Boer) ke atas harganya lebih mahal lagi.

Yang menempati peringkat nilai jual paling mahal kedua dan pertama adalah kambing Boer komersial atau kambing Boer galur murni tak bersertifikat/tak terdaftar (unregistered fullblood) dan kambing Boer galur murni bersertifikat/terdaftar (registered fullblood). Harga kambing Boer kelas super ini berkisar Rp8 hingga Rp20 juta per ekor.

Sebagai peternak, sebaiknya kita memiliki lahan sendiri yang akan ditanami rumput gajah dan rumput unggul lainnya serta jagung dan kedelai yang akan digiling untuk dijadikan konsentrat tambahan selain dedak padi halus. Tepung jagung ini mengandung protein sekitar 10 persen, dan kadar protein tepung kedelai sekitar 47% sedangkan dedak padi halus mengandung protein sekitar 13%. Lahan peternakan sebaiknya juga dekat dengan sungai yang berair jernih namun terhindar dari risiko banjir.

Berikut ini analisis usaha peternakan kambing Boer:

Kambing Boer galur murni:
Jumlah induk jantan: 1 ekor
Jumlah induk betina: 4 ekor

Pendapatan:
Dalam 2 tahun seekor Boer betina beranak tiga kali
Asumsi konservatif saja, sekali melahirkan satu ekor anak (kambing bisa beranak dua ekor sekali melahirkan).

Total anak yang dihasilkan dalam 2 tahun:
4 ekor induk x (3 kali beranak x 1 ekor) = 12 ekor anak Boer
Persentase kemungkinan lahir betina/jantan 50%

Jadi,
Jumlah anak jantan 50% x 12 ekor anak = 6 ekor Boer jantan
Jumlah anak betina 50% x 12 ekor anak = 6 ekor Boer betina
Harga kambing Boer galur murni saat ini berkisar Rp8 juta hingga Rp20 juta seekor (jantan lebih mahal daripada betina)

Asumsi konservatif:
Jantan terjual Rp15.000.000 per ekor (itu kalau jantannya ingin segera dijual; kalau ditunggu populasinya lebih besar, tentu penghasilan yang diperoleh lebih besar lagi)
Hasil penjualan jantan: 6 ekor x Rp15.000.000 = Rp90.000.000

Betina terjual Rp8.000.000 per ekor (itu kalau betinanya ingin kita jual; kalau belum dijual, Boer betina tsb juga akan melahirkan anak sehingga populasi kambing bisa bertambah terus)
Hasil penjualan betina: 6 ekor x Rp8.000.000 = Rp48.000.000

Keuntungan:
Rp90.000.000 + Rp48.000.000 = Rp138.000.000

Leave a comment

Your email address will not be published.


*