Perawatan dan Pembiakan Kambing

perawatan dan pembiakan kambing

Perawatan dan Pembiakan Kambing – Usaha ternak kambing merupakan salah satu agribisnis yang memiliki prospek cukup bagus. Salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan dari usaha ternak kambing adalah pelaksanaan pemeliharaan. Prosedur pelaksanaan pemeliharaan dalam usaha ternak kambing akan kami uraikan di bawah ini.

Perawatan dan Pembiakan Kambing

1. Pemeliharaan Anak Kambing

Anak kambing dalam Bahasa Jawa sering disebut cempe, merupakan anak kambing dari lahir sampai usia 6 bulan. Pemeliharaan cempe harus sudah di mulai sejak masih di dalam kandungan, yakni sejak induk kambing tersebut bunting.

2. Induk kambing bunting

Induk bunting, mulai sejak kebuntingan muda, perlu memperoleh perhatian, dan setelah induk kambing mendekati bunting tua harus memerlukan tatalaksana pemeliharaan yang bersifat khusus, selain pemberian makanan yang sesuai. Hal-hal yang perlu di perhatikan adalah:

    1. Dua bulan menjelang beranak, sebaiknya kambing dipisahkan dari kelompoknya dan dimasukkan dalam kandang tersendiri. Dengan demikian akan terhindar dari kemungkinan penandukan-penandukan dari kambing lain nya.
    2. Makanan harus cukup dan memiliki kualitas sesuai dengan usia kebuntingan kambing supaya proses pertumbuhan foetus berlangsung baik, produksi colostrum berkualitas dan melahirkan cempe sehat.
    3. Olah raga bagi induk bunting sangat penting. Oleh karena itu induk kambing sebaiknya tidak dikandangkan terus-menerus, karena bila terlalu gemuk dan kurang lancar peredaran darahnya akan mengakibatkan sulit melahirkan. Olah raga yang dimaksud adalah membuat kambing bergerak dengan jalan menggiring jalan-jalan sekitar kandang.
    4. Jika telah terlihat tanda-tanda kambing akan melahirkan, secepatnya lantai kandang diberi alas jerami kering yang bersih. Induk kambing dibersihkan dari kotoran dan gumpalan bulu dan bulu di sekitar ambing dicukur dan dibersihkan. Tanda-tanda yang dapat dilihat secara visual pada kambing yang akan melahirkan adalah: induk kambing gelisah, ambing terlihat membengkak, punggung mengendor, urat daging di sekitar vulva mengendor, mencakar-cakar seolah-olah berusaha membuat sarang dan dari vulva keluar lendir.
    5. Pada saat kambing akan melahirkan anak harus selalu memperoleh pengawasan, tetapi harus diusahakan agar tidak mengganggu atau membuat kambing merasa ketakutan.
    6. Kambing biasanya jarang mengalami kesulitan dalam melahirkan anak. Sehingga jarang menimbulkan permasalahan serta memerlukan pertolongan. Tetapi bila terjadi kesukaran, khususnya karena disebabkan letak anak dalam posisi tidak normal, misalnya kepala tertunduk atau kaki terlipat. Maka pertolongan yang diperlukan adalah usaha mengembalikan ke letak yang normal atau usaha meletakkan posisi kepala berada di antara kedua kaki depan dan menghadap ke vulva.
    7. Apabila kambing yang melahirkan anak, tetapi anak kambing tidak segera dapat bernafas, maka perlu pertolongan segera, supaya anak kambing dapat bernafas dengan cara meniup mulutnya atau memijat/menekan-nekan sisi dada dan mengangkat tubuh bagian belakang.
    8. Anak kambing yang baru lahir, harus segera dibersihkan dan dikeringkan dengan lap bersih. Hidung dan mulutnya segera dibersihkan dari lendir dan selaput-selaput. Tali pusar dipotong sepanjang 5 cm dan luka potong diolesi yodium tinctur. Pemotongan pusar dianjurkan menggunakan gunting yang steril.
    9. Agar anak kambing yang baru dilahirkan akan segera berdiri, maka sebaiknya dimasukkan dalam box yang diberi alas jerami kering atau karung bekas yang telah dipersiapkan sebelumnya. Anak kambing untuk sementara dipisahkan dari induknya dan baru didekatkan pada induknya bila sudah sanggup berdiri dan akan menyusu pada induknya.
    10. Sebelum anak kambing menyusu pada induknya, sebaiknya bagian belakang (pelvis) dan ambing induk dibersihkan dengan air hangat yang dicampur desinfektan.
    11. Anak kambing bersama induknya dipelihara pada kandang yang khusus; alas lantai harus selalu diganti setiap hari. Anak kambing dapat disapih atau dihentikan menyusu pada induknya pada usia 3 bulan.

3. Induk kambing setelah melahirkan

Induk kambing setelah melahirkan anak biasanya kondisi tubuhnya sangat lemah. Maka perlu perawatan khusus dan diberi makanan serta air minum yang cukup.

4. Pemeliharaan anak kambing

Cempe yang sudah dilahirkan, untuk kondisi cempe yang normal, akan dapat berdiri setelah sekitar 30 menit dilahirkan. Apabila sudah sanggup berdiri, bisa langsung dibawa ke induknya untuk memperoleh susu pertama (colustrum). Jika cempe sulit mencari puting induknya dapat dibantu.

Colustrum biasanya dikeluarkan oleh induk kambing mulai induk melahirkan dan berlangsung selama satu minggu. Colustrum sangat penting artinya bagi cempe, karena mengandung banyak protein daripada air susu biasa dan sangat esensial untuk mengawali pertumbuhan cempe. Selain itu colustrum mengandung antibodi yang dapat mencegah adanya infeksi dan bekerj a sebagai laxantia yang membantu pencernaan dan mengeluarkan muconium (tahi gagak).

Selama cempe masih berada di dalam kandungan induk kambing, di dalam ususnya tertimbun kotoran yang berwarna hitam, yaitu yang disebut muconium. Muconium ini merupakan tempat yang subur bagi perkembangan bermacam-macam bakteri. Pada umumnya kotoran hitam (muconium) dikeluarkan selang 2 jam setelah cempe untuk pertama kalinya menyusu pada induknya.

Meskipun cempe bersama induknya cukup terjaga, pengawasan terhadap kesehatan cempe juga perlu diperhatikan sebab cempe sangat peka terhadap infeksi. Infeksi atau penyakit dapat dicegah dengan perawatan yang baik dan makanan yang terseleksi.

Penyakit mencret (diare) biasanya terjadi pada cempe usia 2-3 minggu. Sumber penyakit tersebut dapat melalui tali pusar atau mulut. Infeksi tersebut berupa gangguan pencernaan yang akhirnya menimbulkan mencret dari yang biasa sampai yang berdarah. Penyebab penyakit ini adalah infeksi dari protozoa, cacing dan kuman. Jika tidak disebabkan oleh infeksi dari protozoa, cacing atau kuman, mencret bisa disebabkan oleh:

    • makan hijauan pakan yang berkelebihan
    • air susu induk terlalu tinggi kadar lemaknya
    • ambing/puting susu yang kotor
    • pemberian makanan yang tidak teratur
    • akibat perubahan iklim

Cempe mencapai usia 3 bulan, sebaiknya sudah disapih atau dipisah dan tidak menyusu lagi pada induknya. Dengan demikian induk kambing dapat dipersiapkan lagi untuk dikawinkan, apabila kesehatan induk telah pulih sediakala.

Penyapihan cempe dapat diawali pada usia 2,5 bulan, dengan cara sehari disusukan induknya dan sehari diliburkan. Selanjutnya sehari menyusu, dua hari diliburkan, dan seterusnya. Dengan cara demikian tepat mencapai usia 3 bulan, cempe sudah tidak lagi menyusu dan dipisah dari induk dan dikandangkan bersama kelompoknya.

5. Pemeliharaan Anak Kambing Pasca Sapih

Setelah anak kambing mencapai usia 3-6 bulan memerlukan tatalaksana pemeliharaan anak kambing pasca sapih. Caranya adalah dengan memberikan sedikit demi sedikit hijauan pakan kualitas baik. Pemberian rumput jangan lebih dari 4 kg, dan diberikan secara bertahap. Makanan penguat diberikan dalam bentuk bubur atau yang dicampur air panas, dalam jumlah tidak lebih dari 0,20 kg dan diberikan sekali dalam sehari.

Bila ada anak kambing pasca sapih lebih dan seekor, sebaiknya dipelihara dalam kandang tersendiri, yakni kandang khusus untuk anak kambing usia pasca sapih sampai usia 6 bulan. Hal ini akan memudahkan pengelolaan dan pengawasan kesehatan anak kambing pasca sapih.

6. Pemeliharaan Kambing Muda

Mulai usia 6-15 bulan, kambing sudah digolongkan kambing muda yang memerlukan pemeliharaan tersendiri pula. Kambing muda kelamin jantan dan betina harus sudah dipisahkan dalam kandang kelompoknya masing-masing.

Agar dapat melatih otot-otot tubuh, kambing muda jangan dikandangkan terus-menerus. Seminggu sekali atau dua kali sebaiknya kambing-kambing tersebut dikeluarkan untuk belajar merumput sendiri di pandang penggembalaan.

Selama kambing muda tidak dikeluarkan atau berada dalam kandang, pemberian rumput atau hijauan pakan tidak lebih dan 5 kg/ekor dan makanan penguat 0,25 kg/ekor.

Untuk kambing muda jantan yang di kandangkan terpisah, sudah mulai dapat disiapkan untuk calon pemacak. Maka dalam hal ini, seleksi calon pemacak sudah dapat dilakukan.

Pilih calon pemacak yang memiliki pertumbuhan tubuh paling baik dalam kelompoknya, mempunyai dada yang lebar dan dalam, badan panjang, perdagingan baik, punggung lurus dan merata, serta kaki-kakinya kuat. Sifat kejantanan terlihat nyata pada bentuk kepada dan bagian-bagiannya. Alat kelamin harus tumbuh normal dengan scrontum (kantong buah zakar) yang besar dan simetris. Nafsu kejantanan dapat dicoba bila didekatkan dengan kambing betina.

Untuk kambing calon induk yang diharapkan jadi induk yang produktif, sebaiknya dipilih dari kambing muda kelamin betina yang memiliki pertumbuhan paling baik, kondisi tubuh baik, aktif dan kuat. Tatalaksana pemeliharaan yang baik sangat mendukung seleksi calon pemacak maupun calon induk yang baik.

Untuk kambing jantan, sebenarnya mulai usia 8 bulan sudah dapat dijadikan kambing pemacak. Namun agar tidak terlalu muda, kambing pemacak sebaiknya mulai digunakan sesudah mencapai usia 12 bulan. Sedangkan untuk kambing betina mulai dikawinkan pada usia di atas 15 bulan. Dengan demikian ia akan melahirkan anak untuk pertama kalinya setelah mencapai usia di atas 20 bulan.

7. Pemeliharaan Kambing Betina Dewasa

Pemeliharaan kambing betina dewasa dimulai dari usia 16 bulan dan seterusnya. Kambing betina dewasa sudah digolongkan induk yang sudah dapat dikawinkan untuk pertama kalinya dan selanjutnya dapat berguna untuk pengembangbiakan.

Agar dapat dijadikan induk yang baik, kambing betina dewasa harus sering dikeluarkan untuk merumput sendiri. Dengan merumput sendiri selain akan lebih ekonomis, kambing juga dapat memilih makanan yang disukainya daripada dipelihara di dalam kandang terus-menerus.

Perawatan calon induk kambing juga perlu memperoleh prioritas khusus, termasuk mencukupi pemberian makanan hijauan pakan tidak lebih dari 8 kg/ekor dan makanan penguat 0,25 kg/ekor. Kekurangan makanan, pemeliharaan dan perawatan dapat mengakibatkan permasalahan seperti:

  • Kambing sulit menjadi bunting bila dikawinkan.
  • Sering terjadi kesulitan dalam melahirkan anak yang pertama kalinya.
  • Anak yang dilahirkan kecil dan lemah.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan kambing betina dewasa adalah:

8. Pemeliharaan tubuh kambing

Kambing perlu mendapatkan perawatan tubuh secara berkala, sebab setiap saat tubuhnya dapat menjadi kotor karena daki atau faeces kambing itu sendiri.

    • Daki
      Kulit kambing terdiri dari tiga lapisan. Lapisan paling atas adalah lapisan mati. Dari kulit tersebut dikeluarkan keringat. Sesudah keringat diuapkan, maka bagian organis dan anorganis pada kulit atau lapisan mati itu tercampur dengan debu yang membentuk daki.
    • Faeces kambing
      Setiap saat kambing membuang kotoran dan berbaring di lantai kandang atau tempat merumput. Maka sebagian tubuh akan terkena kotoran dan melekat pada kulit dan bulu, apalagi bagi kambing yang bulunya lebat.Kotoran kambing sendiri atau yang berasal dari keringat dan debu yang membentuk daki akan sangat mengganggu kesehatan ternak kambing, sebab hal tersebut dapat mengakibatkan gangguan, seperti:

      • Lubang keringat tertutup, sehingga keringat tidak dapat keluar. Peristiwa ini akan mengakibatkan pengaturan nafas di dalam tubuh dan peredaran darah terganggu.
      • Mengandung berbagai bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan perasaan gatal-gatal dan tidak tenang.

Perawatan kulit yang dapat dilakukan untuk kambing dewasa adalah:

      • Secara berkala memandikan dan menyikat kulit dan bulu. Pada saat kambing dimandikan, sebaiknya sekaligus disikat kulit dan bulunya agar kotoran dapat hilang.
      • Bulu-bulu yang menggumpal perlu dipotong untuk menghindari melekatnya kotoran.

Tujuan utama pemeliharaan badan bagi kambing dewasa adalah:

      • Untuk menjaga kesehatan kambing, sebab kebersihan kulit dan bulu mengurangi kemungkinan bakteri dan parasit menginfeksi. Demikian pula pengaturan temperatur dan peredaran darah tidak terganggu.
      • Untuk kambing yang diharapkan produksi air susunya, produktivitasnya akan stabil karena kelenjar susu yang termasuk dalam golongan kelenjar kulit tidak terganggu. Sekaligus untuk menghindari pengotoran susu dari bulu-bulu yang rontok.

9. Pemeliharaan kuku pada kambing

Kuku kambing yang tidak terpelihara akan sangat mengganggu karena dapat mengakibatkan:

    • Kedudukan tulang tracak menjadi salah yang akan menimbulkan titik berat badan kambing jatuh pada tracak bagian belakang.
    • Bentuk punggungnya seperti busur.
    • Mudah terjangkit penyakit kuku.
    • Kambing jadi pincang.

Pemeliharaan kuku perlu memperoleh perhatian petani peternak kambing, terutama untuk kambing yang dipelihara dalam kandang terus-menerus sepanjang hari. Hal ini berbeda dengan kambing yang biasa digembalakan atau sehari-hari merumput sendiri.

Bagi kambing yang dipelihara dalam kandang terus-menerus, kuku dengan lantai kandang hanya sedikit sekali bergesek. Keadaan demikian akan menimbulkan kedudukan kuku atau posisi kaki yang salah. Kuku kambing akan tumbuh terus dan pada akhirnya menjadi panjang. Perubahan kedudukan kuku yang salah mengakibatkan tergesernya bidang dasar tracak. Dengan demikian titik berat badan jatuh pada kuku bagian belakang yang lunak. Keadaan semacam itu akan mempengaruhi bentuk tubuh kambing seperti: punggung melengkung seperti busur. Disamping itu, kuku yang lunak mudah sakit sehingga kambing menjadi pincang.

Untuk menjaga kedudukan kuku yang serasi, maka setiap 4 bulan sekali kuku tersebut perlu dipotong, terutama kuku kaki belakang. Kuku kaki depan umumnya lebih keras daripada kuku kaki belakang karena selalu basah kena air kencing dan kotoran. Tetapi baik kuku belakang maupun kuku kaki depan pertumbuhannya akan sama saja, maka keduanya perlu dilakukan pemotongan. Pemotongan harus dilakukan dengan alat khusus atau pisau pemotong kuku. Maksud pemotongan kuku ternak kambing adalah untuk mengembalikan kuku pada bentuk yang normal.

Kuku kaki kambing yang dipotong adalah bagian lapisan tanduk pada telapak kaki sampai menjadi rata atau menjadi sedikit cekung. Dengan cara demikian berat badan kambing terbagi rata pada keempat kakinya.

    • Cara melakukan pemotongan kuku kambing
      Pemotongan kuku dapat dilakukan dengan cara merebahkan kambing terlebih dahulu ataupun tanpa merebahkan. Pemotongan kuku tanpa merebahkan kambing biasanya hasilnya kurang memuaskan sebab tidak semua bagian kuku yang hendak dipotong dapat dilakukan dan lebih sulit mengerjakan jika kurang terampil.
    • Cara merebahkan kambing
      Ada beberapa cara merebahkan kambing untuk melakukan pemotongan kuku, tetapi yang paling mudah dikerjakan adalah:

      • Siapkan tali plastik panjang 6 m.
      • Ikatkan salah satu ujung tali pada leher; ikatan cukup kendor saja.
      • Kemudian tali itu dililitkan di belakang bahu dan lilitan kedua di depan tulang punggung.
      • Kambing direbahkan, kemudian kaki-kakinya diikat.
      • Dengan menggunakan pisau pemotong kuku, pertama kali yang dipotong adalah kuku bagian bawah, selanjutnya kuku bagian luar atau tepi kuku sehingga rata dengan kuku bagian bawah yang sudah dipotong lebih dahulu. Bersama pemotongan kuku, dianjurkan juga celah kuku dibersihkan.

10. Mengawinkan kambing betina

Kambing betina yang berusia lebih dari 15 bulan sudah digolongkan cukup dewasa dan dapat dikawinkan untuk pertama kalinya. Hal-hal yang perlu diketahui oleh petani peternak kambing yang akan mengawinkan kambingnya antara lain adalah:

    • Birahi kambing betina dewasa berlangsung sekitar 24-48 jam.
    • Birahi akan timbul pada kambing betina setiap selang 18-21 hari, bila kambing tidak bunting.
    • Lama kebuntingan kambing betina dewasa adalah 150-154 hari.
    • Setelah melahirkan anak, akan timbul birahi setelah 2-3 bulan melahirkan atau sesudah anaknya disapih.

11. Perawatan kambing bunting

Perawatan yang perlu dilakukan untuk kambing dewasa sedang bunting adalah:

    • Makanan perlu diperhatikan, yakni takaran untuk hijauan pakan adalah 8 kg/ekor dan makanan penguat 0,40 kg/ekor per hari.
    • Keadaan fisik kambing bunting akan sangat mempengaruhi produksi air susu selama laktasi mendatang, terutama untuk kambing perah. Kambing yang sakit atau pemberian makanan dan perawatan yang kurang baik selama bunting akan sangat mempengaruhi produksi susu.
    • Kambing yang sedang bunting tua perlu dilepas di lapangan penggembalaan untuk merumput sendiri. Dengan cara demikian kambing dapat berolah raga dan sanggup menjamin kesehatan tubuh, serta memperlancar foetus pada saat melahirkan.
    • Usahakan kambing yang sedang bunting terhindar dari benturan apa pun atau terseruduk oleh kambing yang berkelahi.
    • Kurang lebih 30 hari sebelum kambing akan melahirkan, khususnya untuk kambing perah, pemerahan harus dihentikan. Hal ini dimaksudkan agar kambing dapat beristirahat sehingga produksi susunya tetap tinggi.
    • Menjelang induk kambing beranak perlu diberi makanan yang cukup dan tambahan makanan penguat yang baik kualitasnya. Hal ini berguna untuk membantu pembentukan ambing, terutama pada kambing yang baru pertama kali beranak. Selain itu membantu pembentukan Colustrum yang sangat esensial bagi anak kambing yang baru dilahirkan.

12. Gerak badan kambing

Gerak badan bagi kambing yang sedang bunting sangat penting, terutama olah raga di lapangan penggembalaan yang berudara segar, apalagi untuk kambing yang bunting tua. Keuntungan kambing bunting dibiasakan gerak badan adalah:

    • Otot-otot daging memperoleh latihan sehingga memperlancar peredaran darah.
    • Menjaga kesehatan, bentuk dan posisi kambing agar tetap baik.

Gerak badan kambing dapat dilakukan dengan melepas kambing di lapangan rumput selama 1-2 jam, agar kambing dapat bergerak leluasa dan mendapat sinar matahari.

13. Pemeliharaan kambing sedang kering

Khususnya untuk ternak kambing perah memerlukan masa kering sekitar 6-8 minggu. Tujuannya adalah:

    • Mengembalikan kondisi tubuh kambing atau memberi istirahat agar produksi yang akan datang baik.
    • Mengisi kembali kebutuhan vitamin-vitamin dan mineral setelah mengalami laktasi berat, sehingga kambing tetap sehat.
    • Menjamin pertumbuhan foetus di dalam kandungan.

Di dalam persiapan laktasi mendatang yang penting diperhatikan adalah menjaga kualitas makanan tetap baik, terutama 2-3 bulan terakhir masa kering.

14. Pemeliharaan Kambing Jantan Dewasa

Kambing jantan mulai usia 8 bulan sudah digolongkan dewasa kelamin. Karena itu harus dikandangkan secara terpisah dari kandang kelompok betina, sebab kambing jantan usia 8 bulan sudah mulai tampak aktivitas birahinya.

Latihan bagi kambing jantan perlu dilakukan, agar kambing menjadi lebih jinak dan mudah untuk dikuasai serta dirawat. Cara melatih kambing jantan hanya dengan cara dipegang-pegang setiap hari, agar lebih mengenal dan terbiasa dengan yang memelihara. Setelah mengenal lebih akrab, kambing jantan bisa mulai dibiasakan dengan menggunakan tali leher. Apabila dipegang tali di lehernya sudah tidak berontak, kambing tersebut dapat dilatih dengan menuntun ke luar kandang. Dengan cara demikian kambing jantan akan menjadi terbiasa jika dituntun orang lain selain pemeliharanya.

Batas usia kambing jantan sebagai kambing pemacak untuk mengawini kambing betina dewasa bisa mulai pada usia 8 bulan dan sudah bisa dipergunakan 1 kali seminggu. Pada usia 12 bulan dapat dipergunakan sebagai pemacak 2 kali setiap minggu dan pada usia 15 bulan 3 kali seminggu. Pada umur di atas 20 bulan dapat dipergunakan sebagai pemacak 4 kali seminggu, tetapi setelah diistirahatkan 2 minggu untuk mengembalikan vitalitasnya.

Pemberian makanan yang berkualitas, termasuk makanan penguat, sangat penting untuk mendukung vitalitas kambing pemacak. Pemberian hijauan pakan tidak kurang dari 10 kg/ekor dan makanan penguat 0,50 kg/ekor per hari.

Pemeliharaan dan perawatannya tidak berbeda dengan pemeliharaan kambing betina dewasa, seperti: pemeliharaan badan, pemeliharaan kuku, gerak badan. Dengan pemeliharaan dan perawatan secara teratur kondisi tubuh kambing pemacak akan tetap sehat dan siap dipergunakan sebagai kambing pemacak yang baik serta efisien.

Sumber:
http://petunjukpraktisbudidaya.blogspot.qa/2013/06/pelaksanaan-pemeliharaan-pada-usaha.html

perawatan dan pembiakan kambing,perawatan dan pembiakan kambing,perawatan dan pembiakan kambing,perawatan dan pembiakan kambing,perawatan dan pembiakan kambing,perawatan dan pembiakan kambing,perawatan dan pembiakan kambing,perawatan dan pembiakan kambing,perawatan dan pembiakan kambing,perawatan dan pembiakan kambing,perawatan dan pembiakan kambing,perawatan dan pembiakan kambing,perawatan dan pembiakan kambing,perawatan dan pembiakan kambing

Leave a comment

Your email address will not be published.


*